• All
  • Category 1
  • Category 2

Archives

gravatar

Apresiasi Program Berita "Metro Hari Ini" Metro Tv dan "Kabar Petang" Tv One

T12/OJ/2010

Alika Nugraha
210110090029

Apresiasi Program Berita

Ketika saya melihat dan harus membandingkan antara dua program berita yaitu Kabar Petang di Tv One, maupun Metro Hari Ini yang ada di Metro Tv pada petang hari, hari senin 15 november 2010 ,saya tidak bisa menyimpulkan mana yang lebih bagus. Ini disebabkan karena jika dilihat dari konten berita, kedua program tersebut menampilkan berita yang hampir sama isinya, cuma berbeda pada cara pembungkusannya saja. Kalaupun mau dinilai dari segi pembawa beritanya, saya kira itu semua objektif, semua orang memiliki penilaian yang berbeda-beda terhadap hal ini, tetapi berbeda juga kalau yang mau dilihat itu dari segi teknis penyajian yang dilakukan, seorang presenter pada kedua program tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekuranganya masing-masing, baik itu dilihat dari jenis gender maupun hal lainnya. Kemudian yang mungkin paling bisa saya simpulkan adalah, program berita yang ada pada dua Tv swasta ini dua-duanya merupakan rangkuman dari berita yang ada di pagi hari dan siang harinya.
Penampilan dan teknis penyajian Presenter di kedua program berita yang ada saya kira sudah cukup bagus. Penampilan presenter yang prima dengan setelan jas dan blues bermerek terutama yang selalu ditampilkan Tv One pada awal acara merupakan pembuktian bahwa media tersebut ingin menampilkan presenter dengan tampilan terbaik. Namun seperti yang saya bilang tadi, kalau presenter sebuah program berita dinilai dari kacamata masing-masing, maka itu semua menjadi objektif, saya juga bisa menyimpulkan kalau Zelda Savitri itu cantik, namun pastinya ada orang yang juga bisa berpendapat lain. Saya kurang mengerti dengan penempatan dua presenter sekaligus, namun bisa dimaklumi kalau tujuannya ingin supaya program lebih bervariatif. Dua presenter di Tv One walau tidak sering tapi kerap mengomentari berita yang ada, apakah itu karena ingin dijadikan bahan obrolan atau tidak, tapi saya kira itu cukup mengganggu.
Mengenai konten berita yang ada, yang mungkin saya bisa garis bawahi adalah hampir tidak adanya berita baru yang disampaikan, semuanya merupakan berita yang liputannya dilakukan pada siang harinya, ini terbukti dengan adanya beberapa pemutaran liputan yang dilakukan pada siang hari..,Saya kira hanya ada satu berita dalam masing-masing program yang masih melakukan liputan langsung pada acara hari ini, Metro Tv melakukan liputan langsung terkait dengan berita abu vulkanik di wilayah Klaten, namun itupun hanya berlangsung sebentar dan hanya seperti menjadi berita kiasan saja. Tv One juga melaksanakan hal serupa, yakni liputan mengenai calon jemaah haji yang akan melaksanakan puncak terakhir kegiatan mereka di Mekkah, reporter yang ada juga sempat melakukan tanya jawab dengan reporter di studio. Sebenarnya ada satu peliputan langsung lagi yang dilakukan oleh Tv One, tetapi liputan kedua yang dilakukakan Tv One mengenai para korban gunung merapi menurut saya hanya seperti ingin mencari pendapat mengenai pengungsi bencana gunung Merapi yang melaksanakan Idul Adha di tempat pengungsian, bukan seperti berita yang masuk kedalam segi berita langsung. Sebenarnya berita yang baru tidak bisa disebut tidak ada, tapi itu semua seperti tertutup oleh berita yang sudah ada pada pagi dan siang hari, namun masih disiarkan untuk menjadi berita utama pada kedua program tersebut. Tiga headline berita yang disampaikan kedua program tersebut hampir sama, yaitu berita mengenai Gayus, laporan mengenai ibadah haji, dan sedikit mengenai musibah gunung Merapi. Khusus untuk berita Gayus, saya kira keduanya benar-benar mengeksploitasi berita tersebut. Kalau Metro Tv melakukanya dengan pengulangan video mengenai Gayus yang hampir dilakukan setiap saat ketika akan masuk ke berita yang memuat konten tersebut, Tv One melakukannya dengan penambahan judul yang mungkin dirasakan kurang manusiawi dan terkesan melebih-lebihkan. Saya tidak bisa menyalahkan pemakaian ataupun pemilihan beritanya, namun bukankah lebih baik porsi berita yang ada itu lebih diseimbangkan? Ini semua dilakukan supaya program berita tersebut benar-benar terlihat seperti program berita yang disiarkan untuk kepentingan nasional, bukan untuk kepentingan sesuatu hal.

gravatar

Apresiasi Program Berita "Metro Hari Ini" dan "Kabar Petang"

T12/OJ/2010
Aldo Fenalosa
210110090138

Apresiasi Program Berita

Metro Hari Ini, MetroTV Senin 15 november 2010
Pembawa Berita : Pembawa berita Metro Hari Ini  membawakan berita secara profesional. Tutur kata, sikap, dan gaya bicara rapi. Pembawaannya yang rapi dan tak kaku membuat berita ini terdengar jelas. Penonton tidak akan bingung dengan apa yang dikatakan oleh Zelda Savitri. Selain itu, berita yang dibacakan benar-benar dikuasai. Dalam acara Metro Hari Ini, terdapat juga reporter yang melaporkan berita secara live tentang Merapi. Reporter terlihat sangat menguasai area yang ia laporkan sehingga penyampaian fakta benar-benar jelas dan sesuai.
Teknis Penyampaian Berita : Metro Hari Ini menyampaikan berita kasus Gayus yang kabur dan menonton pertandingan tenis di Bali, keadaan Merapi, Ibadah Haji, penurunan Gubernur Provonsi Riau dan berita tentang kiprah Indonesia di Asian Games di Guang Zhou, China. Dalam acara ini keadaan Merapi dan Ibadah Haji disiarkan secara  live dari tempat kejadian. Masing-masing raporter menyesuaikan pakaian dengan keadaan. Terlihat saat melaporkan keadaan Merapi, salah satu reporter menggunakan masker untuk melindungi diri dari abu vulkanik yang berbahaya.
Konten Berita : Berita yang disiarkan menekankan kepada kasus Gayus. Seperti yang kita ketahui bahwa kasus Gayus ini adalah masalah yang paling aktual saat ini. Maka dari itu acara ini lebih menekankan kepada kasus Gayus. Pengemasan berita seimbang anatar kasus Gayus dengan berita lainnya. Berita tak selalu tentang Gayus atau Merapi, tapi ada verita lain pula yang disiarkan karena masyarakat memang menbutuhkan informasi lain selain berita Gayu dan Merapi.
Metro Hari Ini benar-bbenar menampilkan acara yang menjunjung tinggi profesionalisme. Mulai dari pembawa berita hinggga reporter bekerja secara profesional. Pengemasan berita pun dilakukakn secara baik sehingga penonton menerima informasi yang aktual, faktual, dan jelas.

Kabar Petang, TVOne Senin 15 November 2010
Pembawa Berita : Kabar Petang memiliki 2 pembawa berita yaitu Shinta Puspitasari dan Aryo W. Variasi acara dengan menampilkan 2 pembawa berita memang baik, namun sedikit menganggu apabila bicara bergantian. Malah akan memuat penonton bingung. Apalagi pembawaan kedua pembawa berita ini berbeda. Hal ini akan membuat para penonton bingung dan terganggu dalam menerima informasi. Pembawaan reporter yang emalporkan secara live sudah baik, namun terdapat beberapa kesalahan bahsa dalam pengucapan. Seharusnya hal ini tidak terjadi.
Teknis Penyampaian Berita: Berita yang ditayangkan dalam Kabar Petang adalah seputar kaburnya Gayus dan ia terlihat sedang menonton pertandingan tenis di Bali, keadaan Merapi dan ibadah Haji. Ketika meliput keadaan Merapi, salah satu beritanya adalah ditemukannya potongan tubuh dan tulang belulang korban merapi. Namun tayangan potongan tubuh dan tulang belulang ini tak disertai sensor sehingga tidak enak dipandang oleh para penonton. Selain itu Kabar Petang juga menayangkan wawancara dengan kuasa hukum Gayus. Namun wawancara ini berlangsung lama tanpa ada selingan sehingga menimbulkan kebosanan.
Konten Berita : Kabar Petang menitik beratkan pada kasus Gayus, sama dengan Metro Hari Ini. Namun Kabar Petang hanya mengemas 3 berita yang marak dibicarakan oleh orang, yaitu kasus Gayus, Merapi, dan ibadah Haji, tanpa menayangkan berita lainnya. Penonton memang ingin update mengenai 3 masalah tersebut, namun harus pula diimbangi dengan berita lain. Penonton perlu mengetahui informasi lainnya. Tidak selalu harus terpaku pada 3 berita tersebut.
Kabar Petang sudah menyampaikan informasi yang cukup kepada para penonton. Hanya saja profesinalisme kurang dalam acara ini. Pembawa acara kurang mampu membawakan dengan baik. Masalah sensor pun kurang diperhatikan. Pengemasan yang kurang baik menjadi kekurangan Kabar Petang.

gravatar

Apresiasi Program Berita "Metro Hari Ini" dan "Kabar Petang"

T12/OJ/2010
Nadhira Rizki
210110090329

       Program pertama yang akan saya apresiasi adalah progaram "Metro Hari Ini", tayang di saluran Metro TV tanggal 15 November 2010, pada pukul 17.05 WIB. Program berita ini dibawakan oleh Zelda Savitri, seorang anchor yang sudah cukup lama malang-melintang di dunia presenter. Zelda memiliki bahasa tubuh yang baik, disertai juga dengan penampilannya yang memang menarik. Ia membacakan berita dengan tenang, namun lugas dan tegas. Secara keseluruhan tidak ada masalah dengan caranya membawakan berita. Namun yang membuat saya tidak nyaman adalah sorot matanya yang tidak fokus ke kamera saat membacakan berita tentang korban Merapi. Kesannya jadi tidak sejalan dengan nada suara Zelda yang penuh empati.
      
      Program "Metro Hari Ini" menayangkan tiga berita yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Ketiga berita tersbut adalah mengenai Gayus Tambunan, narapidana kasus korupsi yang "jalan-jalan" ke Bali, kabur dari rumah tahanannya. Berita kedua mengenai info ibadah haji di Makkah, dan berita ketiga mengenai kondisi terakhir pasca letusan Merapi. Program dibuka dengan foto-foto Gayus yang tertangkap sedang menyamar di pertandingan tenis di Bali. Herannya, cuplikan foto-foto tadi diiringi dengan backsound yang mengesankan duka cita, kurang cocok dengan apa yang sedang diberitakan.

       Mengenai berita tentang kondisi pasca letusan merapi sudah cukup lengkap dan aktual. Reporter Metro TV melaporkan langsung dari lokasi tempat lahar dingin mengalir. Sayangnya sempat terjadi gangguan teknis, yaitu suara si reporter sempat hilang sehingga beberapa informasi tidak tersampaikan.

       Kekurangan lainnya menurut saya terletak pada susunan beritanya yang membingungkan. Pertama yang ditayangkan adalah kasus Gayus, dilanjutkan dengan laporan ibadah haji di Makkah. Tiba-tiba kasus Gayus disambung lagi. Seharusnya berita-berita tadi dipisahkan dalam tema-tema yang sesuai dengan beritanya. Namun secara keseluruhan, program "Metro Hari Ini" edisi 15 November 2010 tersebut sudah cukup informatif dan aktual.

      Program kedua yang akan saya apresiasikan adalah program berita "Kabar Petang" yang tayang di stasiun televisi TVOne tanggal 15 November 2010, pada pukul 17.30 WIB. Konten berita yang disampaikan sama saja dengan program "Metro Hari Ini" di Metro TV, yaitu kasus Gayus Tambunan, info ibadah haji di Makkah, dan laporan tentang kondisi pasca letusan Merapi.



       Menurut saya kontennya cukup faktual dan mengambil sudut liputan yang berbeda dengan Metro TV. Perbedaannya terletak pada berita tentang kondisi pasca letusan Merapi. Kalau Metro TV melihat dari sisi informasi mengenai lahar dingin, TVOne mengambil liputan tentang monyet-monyet yang turun gunung. Sayangnya, ketika sedang menayangkan tentang pencarian korban Merapi, ditampilkan juga gambar tulang belulang manusia. Hal itu kurang etis karena pada jam program ini tayang, anak-anak masih dapat menonton tayangan tersebut. Selain itu reporter juga melkuakn keslaahan ucap pada awal berita; "4 November lalu, maksud saya hari ini..." keslahan yang dapat berujung fatal.

       Program ini dibawakan oleh dua orang anchor, berbeda dengan tayangan "Metro Hari Ini" yang hanya dibawakan oleh sorang anchor saja. Kedua anchor tersebut asdalah Shinta Puspita Sari dan Aryo Widiardi. Banyak kesalahan EYD dalam berita yang mereka bacakan. Salah satu contohnya saat diucapkan kalimat "Sangat bahaya sekali". Kalimat yang sangat tidak efektif. Selain itu kesan profesional dan cerdas mereka sedikit berkurang karena banyak menggunakan kata-kata tidak penting seperti "Eeee..." dan "Mmm...". Namun secara keseluruhan program ini sudah menayangkan berita-berita yang faktual dan sedang hangat dibicarakan, walaupun sudah didahului oleh TV pesaingnya.