Tampilkan postingan dengan label T/12/OJ. Tampilkan semua postingan
T12/OJ/2010
Indira Listiarini
210110090014
Apresiasi Program Berita
Metro Hari Ini, MetroTV Senin 15 november 2010
Secara keseluruhan, acara Metro Hari Ini adalah acara yang baik dengan pembawaan berita dan keseimbangan berita yang dikemas secara profesional. Pembawaan dan teknis benar-benar diperhatikan sehingga membuat pemirsa mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara jelas.
Pembawa Berita : Pembawa acara Metro Hari Ini sikapnyabaik dalam membawakan berita. Gerak-gerik tubuhnya tidak kaku dan pembawaanya tidak tegang. Terlihat sekali bahwa dia memang seorang profesional. Tutur kata yang dia pakai sudah baik dan jelas sehingga mudah dimengerti oleh pemirsa. Dia tampak menguasai berita yang disampaikan kepada pemirsa.
Teknis Penyampaian Berita : MetroTV mengangkat 3 berita yang sedang marak dibicarakan baik oleh media, maupun oleh masyarakat. Ketiga berita itu yakni Gayus Tambunan yang keluar tahanan dan pergi ke Bali, kondisi Gunung Merapi dan pengungsinya, serta Berita Ibadah Haji tahun 2010 ini. Berita yang paling disorot adalah berita Gayus karena memang masalah Gayus inilah yang paling aktual dan sedang banyak dibicarakan. Ketiga berita ini disampaikan secara baik, jelas dan rinci karena memang ketiga berita ini adalah masalah besar sedang dibicarakan masyarakat.
Selain ketiga berita utama itu, ada juga beberapa beirta lain yakni berita penurunan Gubernur Provonsi Riau dan berita tentang kiprah Indonesia di Asian Games di Guang Zhou, China. Berita ini hanya seperti selingan diantara ketiga berita utama di atas karena penyampaian biasa saja dan tidak dijelaskan secara rinci. Berbeda dengan 3 berita utama yang ditayangkan berulang-ulang kali dan dengan kabar yang bermacam-macam.
Konten Berita : Dilihat menganai konten berita, Metro Hari Ini mengemas berita secara seimbang. Berita tidak melulu tentang Gayus, Merapi, dan Ibadah Haji, melainkan ada berita lainnya yang ditayangkan. Orang tidak hanya akan terpaku pada ketiga berita itu, maka dari itu 2 berita lainnya juga diperlukan untuk informasi.
Kabar Petang, TVOne Senin 15 November 2010
Secara keseluruhan acara Kabar Petang ini bagus. Namun disayangkan kurang maksimalnya pembawaan berita padahal sudah ada 2 pembawa acara yang disertakan dalam acara ini.
Pembawa Berita : Kabar Petang menayangkan 2 orang pembawa acara. Hal ini merupakan variasi yang baik. Berbeda dengan acara Metro Hari Ini yang pembaw acaranya tak menggunakan bahasa tubuh seperti mengayunkan tangan dan sebagainya, bahasa tubuh ini dipakai oleh pembawa berita Kabar Petang. Bagi saya hal ini tak seharusnya dilakukan, melihat konteks pemirsa adalah kalangan menengah atas yang mengutamakan informasi sehingga hal-hal seperti bahasa tubuh akan menganggu kenyamanan. Kurangnya profesionalisme pembawa acara adalah salah satu kekurangan acara ini.
Teknis Penyampaian Berita: Kabar Petang menyampaikan 3 berita utama pula, yakni masalah Gayus, Merapi, dan Ibadah haji 2010. Namun terlihat dari teknis penyampaian berita, sinkronisasi antara gambar dan ucapan reporter serta pembawa berita kurang baik. Selain itu ada bagian wawancara dengan kuasa hukum Gayus Tambunan. Bagi saya wawancara itu terkesan membosankan karena lama. Teknis penyampaian yang kurang baik ini juga merupakan kekurangan acara ini.
Konten Berita : Kabar Petang hanya memfokuskan pada 3 berita utama itu tanpa menayangkan berita lainnya. Bagi saya hal ini kurang baik karena informasi lainnya juga perlu disampaikan ketimbang harus terus menerus menayangkan mengenai ketiga berita utama. Pemirsa tentu sidah membaca banyak ketiga berita utama tersebut di media cetak, serta sudah menonton berita melalui media televisi. Karena itulah keseimbangan berita perlu diperhatikan dalam hal ini agar pemirsa tidak bosan.
Apresiasi Program Berita "Metro Hari Ini" dan "Kabar Petang TVone"
T12/OJ/2010
Tristia Riskawati
210110090293
Program berita yang dianalisis dalam kesempatan kali ini adalah “Metro Hari Ini” yang ditayangkan oleh Metro TV, dan “Kabar Petang” oleh tvOne. Metro Hari Ini ditayangkan pada pukul 17.05, sedangkan Kabar Petang ditayangkan mulai pada pukul 17.30. Waktu penayangan kedua program pada sore hari menandakan bahwa program berita ini ditujukan bagi masyarakat Indonesia yang hendak melepas penat setelah berkecimpung dalam aktivias sehari-harinya. Segementasi yang dijangkau pun cukup luas, baik dari kalangan buruh, mahasiswa, maupun pegawai eksekutif kantoran sekalipun. Dalam pertelevisian, dikenal istilah prime time, yaitu rentang waktu antara petang setelah aktivitas kantoran selesai sampai sekitar pukul 21.00.
Metro Hari Ini (Metro TV, 15 November 2010, 17.05)
Metro Hari Ini ditayangkan lima menit sesudah pukul 17.00. Ini merupakan ciri khas Metro TV yang selalu menayangkan berita-berita selintas bertajuk “Headline News” satu jam sekali selama lima menit. Karena Headline News pada pukul 17.00 akan diikuti oleh program yang sama-sama membawakan berita (Metro Hari Ini), maka pembawa acara yang ditampilkan sama, yaitu Zelda Savitri.
Zelda Savitri merupakan presenter Metro TV yang sudah berkecimpung cukup lama dalam dunia pertelevisian. Secara fisik, penampilannya dapat dibilang memenuhi syarat presenter dalam Jurnalistik Televisi karya Deddy Iskandar Muda, yaitu: cameraface, dan photogenic. Selain menjual fisik, Zelda Savithri menguasai teknik vokal yang baik dan juga menguasai berita apa yang ia sampaikan. Artikulasi penyampaian beritanya pun enak didengar telinga.
Pembawa acara dalam Metro Hari Ini berjumlah satu orang. Dengan kata lain, Metro Hari Ini lebih menekankan kepada penyampaian konten berita daripada unsur-unsur yang berhubungan dengan pembawa berita.
Secara teknis, penyampaian berita dilakukan antara video dan presenter. Presenter memberikan pendahuluan dulu baru kemudian muncul videonya. Pembukaan setiap topik yang akan diangkat menggunakan video cuplikan singkat dari pengantar dari topik tersebut. Hal ini membuat pemirsa yang sedikit tidak fokus akan bingung. Akan lebih baik jika disampaikan pengantar yang disampaikan presenter terlebih dulu. Dengan cara ini, pemirsa akan lebih mudah menerap informasi daripada langsung mengalihkan video berita yang satu ke video berita yang lainnya.
Metro Hari Ini menggunakan reporter untuk membahas konten berita lebih lanjut. Seperti ada laporan langsung dari reporter Amanda Valani langsung dari Sleman, Yogyakarta. Dilanjutkan laporan langsung reporter Kinanti Pahlevi dari Klaten, Jawa Tengah dan Intan Fahdiana dari tempat ibadah haji.
Konten-konten berita dalam Metro Hari Ini tidak terkategorisasikan dengan baik. Pada awal acara, berita yang ditampilkan adalah berita tentang bencana merapi, lalu berlanjut berita gayus. Setelah itu, berita yang berhubungan dengan Merapi dimunculkan kembali. Seharusnya, berita ditampilkan per topik sehinnga tercipta sebuah keterkaitan yang padu.
Fokus berita dalam Metro Hari Ini berkisar antara kasus Gayus, keadaan Gunung Merapi, dan ibadah haji. METRO HARI INI menampilkan berbagai opini masyarakat atas kasus yang diberitakan. Metro TV menampilkan cuplikan wawancara dengan Timur Pradopo dan Patrialis Akbar mengenai kasus Gayus. Pendapat para tokoh tersebut turut menambah nilai berita. Metro TV juga menampilkan tanggapan 6 orang warga mengenai kasus tersebut. Program ini mampu menyediakan forum publik untuk kritik maupun pendapat warga (lihat buku Elemen-Elemen Jurnalisme karya Kovach dan Rosenthiel). Terdapat pula video Gayus yang sedang menangis di depan hakim di ruang pengadilan. Sayangnya, sudut pengambilan video yang dipakai adalah dari belakang Gayus, sehingga wajah Gayus tak terlihat.
Kabar Petang (tvOne, 15 November 2010, 17.30)
Dalam Kabar Petang tvOne terdapat dua pembaca berita, yaitu Aryo Widiardi dan Shinta Puspitasari. Dengan ditampilkannya dua pembaca berita, ada beberapa kemungkinan yang dapat ditarik. Pertama, kedua pembaca berita dinilai manajemen tidak cukup lihai dan berkompeten jika membawakan program ini sendirian. Kedua, pihak manajemen menginginkan nuansa komunikatif dan berwarna yang tercipta di antara kedua pembaca berita. Gaya penyampaian berita dalam Kabar Petang tvOne tidak memenuhi kriteria penyampaian suara yang baik seperti yang dimiliki Zelda Savitri dalam membawakan Metro Hari Ini.
Program berita dimulai dengan musik pembuka, dilanjutkan dengan penayangan cuplikan-cuplikan video berita utama. Pada acara KABAR PETANG tvOne, kemunculan berita disertai terlebih dahulu dengan kalimat-kalimat pengantar dari pembawa acara. Tidak seperti Metro TV yang langsung mengalihkan satu berita ke berita lainnya, tvOne selalu memunculkan presenter kembali untuk membacakan pengantar berita yang akan ditampilkan.
Hal yang kurang etis terjadi dalam Kabar Petang hari ini. Tampak Shinta memotong pembicaraan reporter yang sedang melaporkan berita. Shinta cenderung agresif dan tidak sabar dalam menyampaikan berita.
Dalam segi konten, terdapat berita yang terlalu vulgar jika ditampilkan. Tulang-belulang korban Merapi yang telah tewas diperlihatkan dengan jelas di layar. Ini berbeda dengan Metro TV yang berhari-hari dalam menayangkan setiap scene peristiwa sensitif. Selain itu, ketika menayangkan video persidangan Gayus, tvOne mengambil angle yang baik, yaitu dari samping Gayus.
Penampilan-penampilan berita dalam Kabar Petang tvOne disertai dengan penjelasan secara lisan dari pembawa berita. Berbeda dengan Metro Hari Ini yang menggunakan dubber untuk menjelaskan berita, sehingga penjelasan berita yang dimunculkan Metro pun lebih rapi dan terarah. (***)
Apresiasi Program Berita "Metro Hari Ini" dan "Kabar Petang TVone"
T12/OJ/2010
Uswatun Khasanah
210110090192
Metro TV –> Metro Hari Ini – Headline News
Dalam siaran Metro Hari Ini, Penyiarnya sudah baik dalam menyampaikan berita, namun ekspresi muka atau facial yang ditampilkan oleh penyiar tersebut kurang baik. Seringkali dia sedikit tersenyum ketika memberitakan berita yang serius, senyumannya bisa saja diartikan sebagai pengarahan opini publik. Contohnya ketika kasus Gayus Tambunan yang pergi ke Bali, penyiar tersebut sesekali tersenyum saat membacakan lead beritanya, hal ini dapat menggiring opini publik untuk berpikir bahwa tindakan gayus tersebut lucu atau menyenangkan, sementara belum tentu penyiar tersebut bermaksud seperti itu.
Bridging berita disajikan dengan menarik. Dengan kumpulan cuplikan kejadian maupun foto-foto tentang berita selanjutnya yang akan disajikan, ada juga yang disertai backsound lagu Iwan Fals – Tolong Dengar Tuhan, yang bertujuan untuk membangkitkan emosi kesedihan ketika melihat bridging tersebut, sebelum memasuki isi beritanya. Sayangnya, peletakan bridging-nya kurang baik, karena terjadi pemotongan berita ketika memasuki bridging. Akan lebih baik jika berita terlihat telah berakhir terlebih dahulu baru dimulai bridging. Sayangnya, bridging yang serupa diulang hingga sekitar tiga kali, menggunakan backsound yang menghentak. Pada awal berita sempat mengecoh karena yang ditayangkan adalah permainan tenis, beberapa pemirsa awalnya mengira bahwa itu adalah laporan berita olahraga.
Ketika pemberitaan mengenai Gunung Merapi, wawancara terpotong dengan tidak baik, ketika narasumber belum selesai menjelaskan, wawancara dipotong dan langsung menyiarkan laporan langsung dari Klaten, Jawa Tengah, oleh Kinanti Pahlevi. Dan pada saat pemotongan wawancara tersebut, narasumber sedang menginformasikan sesuatu yang penting, yaitu mengenai penggelembungan pada badan merapi, dan terputus, meninggalkan informasi yang belum selesai dijelaskan, membuat pesan tidak tersampaikan secara utuh dan membuat pemirsa penasaran.
Kesalahan double dubbing sempat terjadi beberapa detik di cuplikan video dalam laporan langsung dari Klaten, Jawa Tengah oleh Kinanti Pahlevi. Kejadian tersebut terjadi ketika Kinanti sedang membacakan laporan lalu cuplikan berita mengenai keadaan di sekitar puncak merapi ditayangkan, dan cuplikan tersebut mempunyai narasi sendiri, sehingga sempat terjadi over lapping selama beberapa detik, kemudian narasi dalam video itu menhilang sebentar dan ketika Kinan telah selesai membacakan laporannya, barulah narasi tersebut mulai kembali.
Terdapat iklan politik yang disisipkan oleh laporan Metro TV, saat melaporkan tentang keadaan di tempat korban-korban merapi diungsikan. Mereka memberitakan saat itu bantuan yang telah datang adalah bantuan dari Media Group, dengan catatan bahwa Media Group adalah perusahaan yang memiliki Metro TV. Mereka memberitakan hal tersebut tentu saja untuk membentuk citra baik Media Group di mata masyarakat.
Ketika ada laporan langsung dari Padang Arafah, Saudi Arabia. Kualitas gambar dan audio cukup baik. Namun, terjedi sekali kesalahan pengambilan gambar, beberapa detik kamera mengarah keatas menyorot langit di belakang reporter tersebut dan bagian tubuh reporter yang tersorot hanya kepala saja, lalu sorotan kamera kembali ke tempat semula, yaitu menyorot reporter dari pinggang ke atas dengan sedikit background keadaan di Padang Arafah.
Berita kembali ke kasus Gayus dengan bridging yang hampir sama dengan yang digunakan sebelumnya pada awal Metro Hari Ini. Ketika saya melihat berita Headline News siang di Metro TV, saya menyadari bahwa berita Gayus yang ditampilkan secara berulang-ulang sore itu, telah ditayangkan pada siang hari, dengan tayangan berita yang sama pula, yaitu berita tentang Gayus menangis di ruang sidang, lima orang melakukan aksi diam di ruang sidang dengan menggunakan topeng muka mirip dengan foto Gayus yang diambil oleh wartawan Kompas di Bali, dan beberapa berita lainnya. Bahkan dalam berita dalam Headline News yang sama, terjadi pengulangan berita sekitar dua kali. Hal ini bisa saja membuat penonton bosan dan mengganti salurannya ke saluran lain yang sedang menayangkan berita juga.
Sempat terjadi error ketika cuplikan wawancara dengan Berlin Pandiangan, kuasa hukum kompol Iwan Siswanto, sedang ditayangkan. Error juga sempat terjadi beberapa kali ketika suara dari cuplikan tayangan berita tersendat-sendat. Saat menayangkan cuplikan wawancara, beberapa kali cuplikan tersebut diberi efek, terkadang efek terlihat berlebihan.
Susunan beritanya kurang baik, karena meloncat-loncat. Terkesan tidak rapih ketika berita Gayus terpotong di tengah dan ditayangkan lagi setelahnya.
TV One, Kabar Petang
Kedua penyiar seringkali menggunakan bahasa non-verbal yang tidak perlu, seperti mengangguk-anggukkan kepala, gerakan tangan, dan gumaman. Hal ini cukup mengganggu penglihatan dan konsentrasi ketika melihat laporan langsung dari tempat kejadian. Intonasi yang digunakan juga kurang menggambarkan keadaan, intonasinya datar, seharusnya lebih berirama agar dapat membentuk emosi pemirsa.
Pada reportase langsung dari Bandar Udara di Jogjakarta oleh Riga D. tampilan pada tayangan televisi tertulis live, namun ketika ditampilkan cuplikan keadaan airport ditampilkan, tulisan live tersebut masih ada, seharusnya tulisan tersebut dihilangkan karena cuplikan tersebut diambil sebelumnya pada siang hari dan berita ini disiarkan pada petang hari. Mendadak terjadi error selama beberapa saat.
Lalu berita berubah menjadi seputar Idul Adha. Di dalam reportase langsung dari Surabaya, Jawa Timur, oleh Valdiya B. terjadi kesalahan kata. Sebelumnya Valdiya sedang membacakan laporannya lalu masuk cuplikan tayangan keadaan sekitar, dan Valdiya berkata “seperti yang dapat dilihat di belakang saya ...,” sementara gambar yang sedang ditayangkan bukanlah dia dan tetntu saja kita tidak dapat melihat apa yang ada di belakang dia.
Wawancara dengan Ibu Pia Nasution dari tim kuasa hukum Gayus Tambunan, terlalu lama. Hal ini cukup membosankan karena tidak ada variasi tampilan, yang mendampinginya hanya cuplikan tayangan ketika Gayus di ruang sidang.
Secara keseluruhan, tayangan Metro TV lebih menarik karena tampilannya digarap secara lebih baik jika dibandingkan dengan TV One. Metro TV cukup serius membuat tayangan berita sore itu terlihat dari bridging yang digunakan.
Apresiasi Program Berita (Aulia Bintang Pratama)
T12/OJ/2010
Aulia Bintang Pratama
210110090031
Apresiasi Program Berita
• Metro Hari Ini, MetroTV Senin 15 November 2010.
Siaran acara Metro Hari Ini ditayangkan pada pukul 17.05 WIB.
Untuk pembawa acara program ini, gerak-gerak tubuhnya sudah baik, tidak terlihat gugup. Dan juga terlihat bahwa pembawa acara ini merupakan seorang pembawa acar professional. Selain itu juga dapat dilihat dan didengar bahwa gaya dan tutur bahasa si pembawa acara ini sangat baik. Dan juga si pembawa acara ini terlihat sangat menguasai berita-berita yang dia beritakan kepada khalayak.
Beralih ke masalah teknis penyampaian Beritanya. Terdapat tiga berita Besar dan dua berita Kecil pada acara Metro Hari Ini ini. Tiga berita Besar, yaitu Berita mengenai Gayus Tambunan yang terlihat di Bali, lalu Berita tentang Gunung Merapi, dan Berita tentang Ibadah Haji 2010. Ketiga berita Besar ini disampaikan dengan lugas dan tidak main-main karena informasi didalamnya memang penting bagi hampir seluruh khalayak.
Lalu untuk dua berita Kecil, terdapat berita tentang berita penurunan Gubernur Provonsi Riau, karena masyarakat menganggap Gubernur Riau telah melakukan proses nepotisme, dan berita tentang kiprah Indonesia di Asian Games di Guang Zhou, China. Untuk dua berita Kecil ini, cara penyampaiannya kurang lugas. Mungkin karena berita ini tidak terlalu dinomorsatukan oleh khalayak Indonesia yang masih terfokus pada tiga berita Besar yang sebelumnya dijelaskan.
Sekarang kita bicarakan tentang konten berita pada acara Metro Hari Ini ini. Konten beritanya cukup berimbang. Terlihat dari adanya tiga berita Besar dan dua berita Kecil dan juga ada satu berita Utama, yaitu berita mengenai Gayus Tambunan yang terus dibicarakan pada acara ini.
Untuk keseluruhan acara, Metro Hari Ini merupakan acara yang cukup bagus penyajiannya. Hampir tidak ada kesalahan pada saat on air dan juga terlihat profesionalitas tinggi dari para pembawa acaranya. Dan itu patut untuk ditiru.
• Kabar Petang, TVOne Senin 15 November 2010.
Siaran Kabar Petang ini ditayangkan secara langsung pada pukul 17.30 WIB.
Pembawa acara Kabar Petang terdiri dari dua orang, satu pria dan satu wanita. Untuk pembawa acara wanita, wibawanya sangat terlihat dan tidak terlihat gugup. Sedangkan untuk pembawa acara pria, terlihat seperti orang yang bingung, atau caleuy bahasa sundanya. Dan juga ada saat dimana terjadi sebuat interview dan di sana para pembawa acara Kabar Petang ini seperti memaksa narasumber untuk menjawab pertanyaan mereka padahal si narasumber itu sudah berusaha menjawab dengan semampunya. Ini memperlihatkan bahwa kedua pembawa acara tidak bersikap sebagai professional karena terlalu memaksa untuk mendapatkan sebuat jawaban.
Lanjut ke masalah teknis penyampaian berita. Pada acara ini hanya terdapat tiga berita Besar tanpa ada berita Kecil. Tiga berita Besar itu adalah berita mengenai Gayus Tambunan yang terlihat liburan di Bali, berita tentang Merapi, dan berita tentang Ibadah Haji 2010 yang sudah sampai ke proses Wukuf di Padang Arafah.
Ketiga berita Besar ini disampaikan dengan cukup lugas oleh para pembawa beritanya, hanya sayang pembawa berita yang pria, seperti yang dijelaskan pada paragraph pertama, kurang memiliki wibawa dalam menyampaikan berita. Cukup berbanding terbalik dengan pembawa acara wanitanya yang memiliki cukup wibawa.
Untuk konten beritanya sendiri, kurang berimbang karena tidak terdapat berita Kecil pada acara Kabar Petang ini. Kalaupun ada, itu hanya perluasan dari tiga beirta Besar yang sudah dijelaskan di atas. Dari tiga berita Besar di atas, yang merupakan berita Utama adalah berita tentang Gayus Tambunan.
Acara Kabar Petang ini cukup bagus beritanya, penyajiannya pun cukup bagus dengan mempergunakan dua orang pembawa acara agar pemirsa tidak bosan. Namun sayangnya kualitas dari pembawa acaranya masih kurang professional dan masih butuh belajar lagi.
Apresiasi Program Berita "METRO HARI INI" dan "KABAR PETANG TVOne"
T12/OJ/2010
Surya Rianto
210110090011
Pada program Metro Hari Ini di stasiun televise Metro TV yang tayang pada jal 17.05 WIB membahas tentang berbagai masalah yang mencuat pada hari ini. Masalah pertama adalah masih dalam lanjutan kasus Gayus Tambunan yang berhasil berlibur dari penjara sesaat untuk ke bali menonton pertandingan tennis, lalu berita yang kedua tentang kelanjutan kisah dari letusan gunung merapi dan terakhir tentang manasik haji.
Pada pemberitaan tentang masalah Gayus Tambunan yang berlibur ke bali untuk menonton tennis, dalam berita tersebut di pasang backsound yang sangat tidak cocok untuk kasusnya. Ternyata setelah berganti berita Backsound tersebut untuk berita tentang bencana merapi.
Backsound tersebut tampak mewakilkan tingkah Gayus yang menangis ketika dipengadilan dengan kata lain bisa jadi berita dengan Backsound tersebut memberikan makna baru bahwa walaupun Gayus salah tetapi tetap dia harus mendapatkan perlakuan yang manusiawi. Ini sebuah kesalahan yang cukup fatal.
Lalu, pada kasus Gayus di program metro hari ini begitu bercabang dari kasus dimana dia pergi dari penjara, lalu da orang-orang yang menggunakan topeng dipersidangan hingga diusir lalu ada isu yang memberikan hukuman kepada Gayus dengan cara dia dimiskinkan. Rangkaian beritanya tidak beraturan dan membuat bingung. Mungkin bertujuan untuk tidak membuat bosan sehingga beritanya di bagi-bagi disetiap pergantian iklan. Namun, sepertinya menurut saya hal ini malah membuat bingung para pemirsanya.
Kemudian, pergantian berita dari kasus gayus Tambunan ke Merapi begitu tiba-tiba. Setelah gambar Gayus menghilang secara tiba-tiba muncullah berita tentang merapi tersebut. Sedikit membuat bingung khalayak juga dibagian ini karena dari kasus korupsi tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan muncul gambar para korban bencana dengan lagu yang sama seperti di awal.
Pembaca berita yang berada di tempat kejadian membuat sebuah jeda yang cukup lama pada kalimat yang menggantung. Ini membuat berita yang dihasilkan tampak berkurang nilainya. Lalu ada Backsound untuk gambar setelah pembacaan berita selesai namun suara tersebut keluar sebelum pemberitaan di mulai. Hal tersebut sangat tampak sekali kesalahan karena terlalu terburu-buru memasukkan suara.
Ada gambar Petayang muncul pada saat pembacaan berita tiba-tiba muncul sekilas dan kembali ke pembawa berita lagi acaranya. Hal tersebut membuat menimbulkan persepsi persiapan Metro dalam menampilkan berita tidak begitu matang.
Lalu, pada program Kabar Petang di TV one pada pukul 17.30 juga memberitakan tentang kisah merapi yang masih berlanjut. Gaya penyampaian yang dilakukan oleh TV one sangat berbeda dengan Metro TV dimana TV one menyampaikan beritanya dengan alur yang lambat dan membuat sedikit bosan. Semnetara itu, Metro TV menyampaikan informasinya dengan tegas dan lugas sehingga tidak begitu membuat membosankan.
Kata-kata yang digunakan TV One ada kesalah, contohnya saat si pembaca berita mengatakan, “sejumlah monyet-monyet.” Dalam bahasa jurnalistik itu disalahkan karena melakukan pemborosan kata yang dibicarakannya. Seharusnya , “sejumlah monyet.” Karena sudah ada kata sejumlah yang berarti lebih dari satu maka tidak perlu ada kata “monyet - monyet” untuk penekanan makna bahwa monyetnya tidak hanya satu.
Dalam berita di TV One ada bagian-bagian yang seharusnya tidak ditampilkan, seperti gambar tulang belulang korban merapi yang terkena awan panas vulkaniknya. Tv One dengan tanpa masalah menampilkan gambar tulang belulang bahkan langsung close up. Seharusnya gambar – gambar seperti itu tidak ditayangkan. Perbandingan antara Metro TV dan TV One tidak begitu banyak perbedaan keduanya tidak sempurna dan banyak terdapat kesalahan yang terpenting adalah kebenaran berita yang disampaikan kepada khalayak.
Apresiasi Program Berita "METRO HARI INI" dan "KABAR PETANG TVOne"
T12/OJ/2010
YOHANNIE LINGGASARI
210110090206
Program Metro TV yang bernama “Metro Hari Ini” dimulai pada pukul 17.05. Acara itu dibawakan oleh seorang presenter bernama Zelda Savitri. Presenter perempuan ini berpenampilan serius dan sangat rapi. Ia memakai blouse berwarna merah terang dan memakai kacamata. Sayang, blouse merahnya itu tampak sangat kontras dengan background. Berita dimulai dengan cuplikan berita yang akan ditayangkan, yaitu tentang Gayus dan ibadah haji. sehingga agak kurang nyaman dilihat. Rambutnya yang lurus sepundak tersisir rapi. Mungkin karena kacamatanya itu, ia terlihat sangat pintar. Penampilannya cukup menarik sehingga membuat pemirsa betah berlama-lama di depan televisi. Mungkin ini merupakan daya jual Metro TV juga. Selain itu, presenter ini membacakan berita dengan intonasi yang baik disertai mimik dan gesture yang sesuai.
Setelah itu, ada opening music khas Metro TV, kemudian muncul tulisan Headline News, dan kemudian iklan. Setelah itu, langsung masuk ke berita utama yaitu Gayus yang keluar dari tahanan. Pertama-tama, dimulai dengan potongan-potongan gambar Gayus yang diberi lingkaran merah. Secara teknis, penyampaian berita dilakukan berselingan antara video dan presenter. Presenter memberikan pendahuluan dulu baru kemudian muncul videonya. Pada video wartawan mengelilingi Gayus menanyakan keluarnya dia dari tahanan dan menonton pertandingan tenis di Bali, saya rasa terlalu lama dan menampilkan gambar yang tak penting. Video tersebut lumayan lama dan menampilkan hal yang kurang penting yaitu Gayus yang berjalan ke arah mobil sambil berkata: “No comment”.
Presenter melakukan sedikit kesalahan, yaitu ‘terpeleset’ dalam mengucapkan kata “mengatakan”, tetapi hal itu masih wajar saja dan dapat dimaklumi. Kemudian, tayang video Gayus yang sedang menangis di depan hakim di ruang pengadilan. Sayang, anglenya dari belakang Gayus, sehingga wajah Gayus tak terlihat.
Dalam melakukan peralihan berita, Metro TV langsung mengalihkan dari video yang satu ke video lainnya tanpa menampilkan presenter terlebih dulu. Dari video tentang Gayus itu, tiba-tiba beralih ke video mengenai haji. Berita itu mengenai wukuf yang merupakan puncak ibadah haji. Dari berita tentang ibadah haji itu, langsung beralih lagi ke berita Gayus. Metro TV menampilkan cuplikan wawancara dengan Timur Pradopo dan Patrialis Akbar. Pendapat para tokoh tersebut turut menambah nilai berita. Metro TV juga menampilkan tanggapan 6 orang warga mengenai kasus Gayus itu. Saya rasa ini bagus sekali karena menandakan adanya aspirasi masyarakat yang tersalurkan melalui media.
Setelah cuplikan video masalah Gayus, langsung beralih ke video Merapi dengan lagu Tolong Dengar Tuhan – Iwan Fals. Ditampilkan video korban-korban Merapi. Baru kemudian kembali ke presenter yang memberikan pendahuluan tentang berita Merapi. Ada juga laporan langsung dari reporter Amanda Valani langsung dari Sleman, Yogyakarta. Selain itu, ada pula interaksi langsung antara presenter dengan Surono, selaku kepala PVMBG. Hal ini turut menambah kepercayaan pemirsa akan berita yang dibawakan. Kemudian, dilanjutkan laporan langsung reporter Kinanti Pahlevi dari Klaten, Jawa Tengah dan Intan Fahdiana dari tempat ibadah haji. Setelah itu, didatangkan Bambang Widodo Umar dan Johnson Panjaitan sebagai narasumber ke studio yang kemudian diwawancarai oleh presenter.
Kabar Petang TV One dimulai pada pukul 17.30. Aacara dimulai dengan opening music dan dilanjutkan dengan cuplikan-cuplikan berita utama. Program ini dibawakan oleh dua orang presenter, yaitu Aryo Widiardi dan Sinta Puspitasari. Di TV One, pengalihan berita dilakukan oleh presenter. Tidak seperti Metro TV yang langsung mengalihkan satu berita ke berita lainnya, TV One selalu kembali dulu pada presenter. Presenternya berpenampilan sangat rapi walaupun ta,pak kurang menarik. Backgound dari TV One sendiri pun kurang menarik dibandingkan Metro TV. Warna merah agak kurang enak dilihat. Juga disiarkan video Gayus yang menangis di ruangan persidangan. TV One mengambil angle yang sangat baik, yaitu dari samping Gayus. Mimik Gayus yang sedang menangis terlihat di kamera. Hal ini membuat video berita TV One jauh lebih berharga daripada video berita Metro TV.
Setelah berita Gayus, kembali ke presenter yang kemudian mengatakan akan ke berita selanjutnya yaitu Merapi. Terdapat laporan langsung dari reporter. Ditampilkan juga video berita Merapi yang sepertinya sudah diedit sebelumnya dan menggunakan dubber. Reporter tidak terlalu banyak bicara. Reporter tampak tak nyaman dengan keadaan sekelilingnya. Matanya terlihat perih karena terus mengerjap dan ia tampak ingin sekali memakai lagi maskernya. Kemudian ditampilkan wawancara dengan Kapten Arif selaku Komandan Evakuasi Korban Merapi.
Dari berita Merapi, kembali lagi ke presenter yang kemudian dilanjutkan dengan berita ibadah haji. Cuplikan video yang ditampilkan sepertinya diambil dari TV Arab karena terdapat logo denga tulisan Arab di pojok kanan atas. Berita tentang ibadah haji tidak begitu panjang. Berita kemudian kembali lagi ke berita Merapi. Ada laporan langsung dari Riga D. dari Bandara Adisucipto. Namun, karena maghrib, laporan langsung itu terpotong oleh presenter. Namun, ucapan presenter terdengar sangat janggal. Ia berkata, “Kita akan memasuki wilayah maghrib.” Wilayah? Saya rasa yang benar itu adalah waktu maghrib. Namun, keuntungan berita televisi adalah ada bantuan gambar sehingga salah ucap tersebut tidak terlalu kelihatan. Berita kemudian dilanjutkan dengan cuplikan wawancara dengan Agus Adriyanto. Setelah itu, berita kembali lagi ke masalah Gayus. Kali ini wawancara dengan Adnan Buyung Nasution dan Pia Akbar Nasution.
Video yang ditampilkan oleh Metro TV kebanyakan sudah diedit dan menggunakan dubber (pengisi suara). Berbeda dengan TV One yang pengisi suara videonya adalah presenternya sendiri. Dari tampilan, Metro TV tampak lebih nyaman di mata dan berkelas daripada TV One. Presenter Metro TV juga lebih menarik daripada presenter TV One. Mungkin karena presenter Metro TV lebih cantik daripada presenter perempuan di TV One. Dilihat dari kualitas videonya, TV One lebih baik daripada Metro TV. Pengambilan anglenya pun lebih bagus TV One. Teknis penyampaian berita pun saya rasa masih lebih baik TV One. Dengan dimulai dari presenter terlebih dulu, pemirsa akan lebih siap menerima informasi daripada cara Metro TV yang langsung mengalihkan video berita yang satu ke video berita yang lainnya. Dilihat dari konten beritanya, Metro TV dan TV One sudah menampilkan berita yang terkini, yaitu berita perginya Gayus dari tahanan, puncak ibadah haji, dan Merapi.
Apresiasi Program Berita "METRO HARI INI" dan "KABAR PETANG TVOne"
T12/OJ/2010
Dara Aziliya
210110090145
Program berita yang menjadi bahan apresiasi kali ini adalah METRO HARI INI dan KABAR PETANG TVOne yang dapat disimpulkan ditujukan untuk segmentasi khalayak yang sama karena ditayangkan pada waktu yang sama yaitu pada sore menjelang malam, saatnya orang-orang beristirahat, dan sebelum waktunya prime time dimulai.
Dari segi pembawa berita atau yang biasa disebut sebagai anchor saja, kita sudah dapat melihat titik fokus kedua stasiun TV berita ini. Zelda Savithtri yang merupakan pembawa acara yang sudah cukup lama di Metro TV membawakan berita dengan serius dan suara yang cukup lantang. Sebagai orang yang menjadi perantara antara berita dan khalayak yang menerima informasi, seorang pembawa berita haruslah memiliki volume suara standar, menguasai teknik membaca yang jelas dan jernih, menguasai teknik vokal yang baik, dan tentu saja menguasai berita apa yang ia sampaikan. Bagi Zelda Savithri, hal ini tidaklah sulit karena ia cukup memenuhi syarat, apalagi artikulasinya yang sangat baik dalam mengucapkan kata demi kata yang menyusun sebuah rangkaian indah bahasa jurnalistik demi tercapainya tujuan persamaan persepsi dengan khalayak. Pada KABAR PETANG TVOne, pembawa acaranya ada dua orang. Di sini terlihat keinginan acara ini untuk adanya interaksi yang terjalin antara kedua pembawa berita tersebut dalam membacakan berita. Hal ini dapat dilihat secara positif maupun negatifnya. Secara positif, tentu saja interaksi yang terjalin antara kedua pembawa berita menjadikan acara ini lebih berwarna dan menarik. Namun negatifnya, fokus menjadi mengarah ke ketertarikan khalayak itu sendiri, bukan lagi nilai-nilai berita yang seharusnya menjadi hal yang utama. Pemilihan pembawa acara pada KABAR PETANG TVOne pun kurang sebaik pada acara METRO HARI INI. Mengapa saya katakana demikian? Pembawa acara pada KABAR PETANG TVOne tidak menggunakan kaidah-kaidah suara dalam penyampaian berita seperti yang saya paparkan di atas, sehingga secara keseluruhan, penyampaian berita terkesan biasa-biasa saja, tidak seperti Zelda Savithri yang turut menggunakan ekspresi dan gesture sebagai pelengkap kalimat-kalimat yang ia gunakan untuk menyampaikan berita.
Dalam menyampaikan berita, keduanya tetap memiliki perbedaan meskipun fokus berita sama. Berita yang diangkat merupakan berita-berita yang aktual saat ini seperti kasus pelesiran oleh Gayus yang memorak-porandakan struktur kepolisian di negara kita dan bencana Merapi. Penyampaian berita cukup unik sesuai dengan karakter dari media massa tersebut. Dengan pembawa acara tunggal, METRO HARI INI lebih terasa fokus dan clear atas setiap bahasan atau berita yang disampaikan. Setiap pembukaan topik baru, menggunakan video singkat yang merupakan cuplikan pengantar dari topik yang diangkat tersebut. Khalayak dituntut untuk berpikir cepat karena tidak ada kalimat pengantar dari pembawa acara. Pada acara KABAR PETANG TVOne, berita mengalir apa adanya, disertai dengan kalimat-kalimat pengantar dari sepasang pembawa acara. Cara ini tentu lebih mengena ke segala aspek khalayak dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda.
Konten berita kedua acara ini pada umumnya menginformasikan hal yang tidak jauh berbeda kepada khalayak. Berita-berita aktual seputar Gayus Tambunan dan korban Merapi masih menjadi berita-berita yang menjadi “halaman depan” dalam kedua program berita ini. Dari sisi psikologis, METRO HARI INI lebih waspada dalam menayangkan hal-hal yang sensitif seperti mayat-mayat korban Merapi. Dalam KABAR PETANG TVOne , tulang-belulang koran Merapi yang telah tewas diperlihatkan dengan jelas di layar. Media massa sekarang memang lebih terbuka dalam mengabarkan. Lihat saja ketika Adnan Buyung Nasution yang merupakan pengacara Gayus, diwawancara. Beberapa kata tidak pantas keluar dari mulutnya, namun tidak disensor. Dalam usahanya agar lebih bersifat “menyampaikan” kepada masyarakat, METRO HARI INI menampilkan berbagai opini masyarakat atas kasus yang diberitakan, hal ini membuat program ini lebih unggul dari sisi kemasyarakatannya. Kedua program acara ini menggunakan reporter untuk membantu menjelaskan berita yang diangkat. Sama seperti seorang anchor, reporter juga harus menguasai teknik-teknik menyampaikan berita. Dalam media massa televisi, nara sumber sebaiknya memang yang sangat kredibel karena memainkan langsung visualisasi khalayak. Dalam penggunaan bahasa, program METRO HARI INI sudah cukup baik dan lugas. Saya menemukan beberapa kalimat salah yang diucapkan oleh pembawa acara KABAR PETANG TVOne, seperti “Sejumlah monyet-monyet” dan “ Sangat berbahaya sekali” yang keduanya merupakan kalimat yang mubazir dalam diksi yang digunakan.
Apresiasi Program Berita "Metro Hari Ini" dan "Kabar Petang"
T12/OJ/2010
Destyananda Helen
210110090234
Apresiasi Program Berita Metro Hari Ini dan Kabar Petang
Dalam menganalisis program berita Metro Hari Ini dan Kabar Petang, saya menggunakan buku Jurnalistik Televisi karya Deddy Iskandar Muda dan Terampil Wawancara karya R. Fadli.
Program Berita “Metro Hari Ini” merupakan salah satu program di Metro TV. Program berita yang tayang pukul 17.05 WIB ini dibawakan oleh seorang penyiar wanita bernama Zelda Savitri. Dalam buku Jurnalistik Televisi karya Deddy Iskandar Muda, dikatakan bahwa seorang penyiar tidak hanya berpenampilan menarik, cameraface, dan photogenic saja, tapi juga harus pintar dan bisa berkomunikasi dengan baik. Menurut saya, Zelda merupakan presenter yang sesuai dengan semua kriteria yang disebutkan dalam buku Jurnalistik Televisi. Secara fisik, penampilan Zelda menarik di depan kamera, kepintarannya terlihat dari ketajaman matanya, juga terlihat dari caranya membawa program tersebut. Zelda cenderung tenang dalam membawa program “Metro Hari Ini”. Dalam menyampaikan berita pun intonasi yang digunakan baik dan artikulasinya jelas.
Sayangnya, konten berita yang disampaikan menurut saya tidak tersusun dengan baik. Pada awal acara, berita yang ditampilkan adalah berita tentang bencana merapi, lalu berita gayus, lalu berita tentang merapi lagi. Seharusnya tiap berita yang memiliki tema sama dijadikan satu, sehingga penonton tidak bingung.
Penyajian gambar dalam acara ini juga sesuai dengan judul berita. Contohnya pada berita tentang pindahnya posko kopasus, gambar yang disajikan adalah gambar kopasus yang sedang membawa dan memindahkan barang.
Dalam buku Jurnalistik Televisi dikatakan bahwa soundbyte adalah cuplikan wawancara untuk sebuah program berita di televisi. Dalam acara ini juga menggunakan soundbyte. Seperti dalam berita berjudul “Hebatnya Gayus, Rusaknya Polisi” menggunakan soundbyte dengan Taufiq Kemas, Marzuki Alie, Mahfud MD, dan Busyro Muqoddas.
Di buku Jurnalistik Televisi juga ditulis bahwa sebuah program dapat menggunakan komputer grafis untuk menggambarkan sebuah peristiwa. Begitu pula dalam acara ini. Masih dalam berita tentang Gayus, untuk menggambarkan kronologis keluarnya Gayus dari penjara digunakan kartun (komputer grafis).
Kesalahan dalam program ini yaitu pada berita berjudul “Takbiran Idul Adha”. Reporter Metro TV, Valdiya Baraputri, yang melaporkan langsung keadaan menjelang Idul Adha, mengatakan “...bisa dilihat di belakang saya...”. Sedangkan cuplikan gambar yang ditunjukan tidak menampilkan situasi di belakang Valdiya, melainkan situasi di mesjid.
Program berita “Kabar Petang” di TV One tayang pukul 17.30 WIB. Acara yang disiarkan setiap hari ini dibawakan oleh sepasang penyiar berita yaitu Shinta Puspita Sari dan Aryo W. Menurut saya, kedua penyiar tersebut menarik dari segi fisik. Tapi masih terdapat beberapa kesalahan dalam penyajian berita, seperti kesalahan penyebutan kata yang mengganggu. Juga terdapat kesalahan logika bahasa. Seperti saat Shinta melakukan wawancara langsung dengan pengacara Gayus, dia mengatakan “Apakah Gayus ada mengeluh?”. Jelas terlihat kesalahan pada bahasa yang digunakan. Kata “ada mengeluh” menunjukkan bahwa mengeluh adalah sebuah benda. Seharusnya Shinta mengatakan “Apakah ada keluhan dari Gayus?”. Shinta juga seenaknya memotong pembicaraan reporter yang sedang melaporkan berita. Menurut saya, Shinta cenderung agresif atau tidak tenang dalam menyampaikan berita. Dan saya sebagai penonton agak terganggu dengan sikapnya tersebut. Tapi bahasa yang digunakan dalam penyajian berita, menurut saya sudah sesuai dengan kaidah jurnalisme televisi yaitu bersifat sekilas atau sepintas.
Dalam buku Terampil Wawancara karya R. Fadli dikatakan bahwa dalam mewawancarai narasumber jangan menggunakan kata “heeh, hem, ya” karena mengganggu dan tidak enak didengar oleh penonton. Tapi dalam acara ini, Shinta menggunakan kata “heeh, hem, ya” dan hal itu tidak hanya terjadi saat mendengarkan laporan reporter, tapi juga ketika mendengar jawaban dari narasumber.
Konten berita pada acara ini hampir sama dengan berita di acara Metro Hari Ini. Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pada berita berjudul “Dampak Merapi” ada sebuah cuplikan gambar yang terlihat direkayasa. Pada tayangan awal gambar tersebut terlihat beberapa orang yang sedang bersantai. Tapi beberapa detik kemudian, orang-orang tersebut terlihat sibuk dan mulai berdiskusi. Ada juga gambar dimana terdapat tiga orang bapak, tapi hanya satu orang yang diwawancarai dari ketiga orang tersebut. Kedua hal tersebut menurut saya sangat mengganggu dalam program berita ini.
Dari analisis saya tersebut, secara keseluruhan, saya lebih tertarik dengan program berita “Metro Hari Ini” daripada “Kabar Petang”.